KEUTAMAAN KEUTAMAAN NABI DAUD

KEUTAMAAN KEUTAMAAN NABI DAUD
Berikut ini adalah kisah seorang Raja sekaligus Nabi bagi Bani Israil

Berikut ini adalah ringkasan kisah Nabi Daud yg disarikan dArI buku best seller “Kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir.

Nabi Daud adalah kturunan generasi ke-10 dr Nabi Ya’qub bin Ishak bin Ibrahim. Ia seorang hamba, Nabi, sekaligus khalifah di Baitul Maqdis.

Nabi Daud adalah seorang yg berpostur pendek, bermata biru, berambut jarang, serta berhati bersih dan jernih.

Nabi Daud berhasil memegang tampuk kekuasaan kerajaan Bani Israil setelah berhasil membunuh Jalut (Goliath).

Allah telah menganugerahkan kerajaan dan kenabian kepadanya. Nabi Daud lah orang pertama yg mendapatkan dua anugerah itu.

Dan Allah telah menundukkan gunung-gunung dan burung-burung, yang semua bertasbih bersama Nabi Daud.

KISAH NABI DAUD DENGAN RAJA JALUT

KISAH NABI DAUD DENGAN RAJA JALUT
Nabi Daud mengalahkan raja jalut
Nabi Daud a.s merupakan seorang nabi dan rasul dalam agama Islam. Baginda juga dikenali sebagai David dalam agama Yahudi dan Kristian. Baginda merupakan raja kedua dan yang paling terkenal dalam kerajaan Israel. Nabi Daud menerima kitab Zabur

Daud ialah nabi dan raja Bani Israel. Semenjak masih muda telah menyertai tentera Bani Israil di bawah pimpinan Thalut melawan pasukan bangsa Palestin yang dipimpin Jalut (Goliath). Malahan Nabi Daud yang membunuh Jalut, sehingga dipuji sebagai pahlawan perang. Setelah Raja Thalut meninggal, Nabi Daud menggantikannya sebagai raja. Allah SWT mengangkat Daud sebagai nabi dan rasul-Nya. Kepadanyalah diturunkan kitab Zabur. Beliau memiliki sejumlah mukjizat, seperti suara yang merdu, kecerdasan akal, mengerti bahasa burung, dan melembutkan besi.

Nabi Daud meninggal dalam usia 100 tahun dan dikebumikan di Baitul Muqaddis. Beliau digantikan puteranya Nabi Sulaiman yang kemudiannya menjadi nabi.

Nabi DAUD adalah anak bungsu dari tiga belas bersaudara. Ayahnya bernama Yisya. Ia adalah generasi ke-13 dari keturunan Nabi Ibrahim. Ia berasal dari keluarga Bani Israil. Mereka bermukim di Betlehem, yang kemudian menjadi kota kelahiran Nabi Isa a.s. Ketika mulai dewasa, Daud dan dua kakaknya ikut berperang melawan pasukan Jalut dari Filistin (Palestina) yang menjajah Bani Israil. Karena berhasil mengalahkan Jalut, Daud dinikahkan oleh Raja Talut dengan Mikyal, putrinya. Mikyal sangat setia kepada Daud. Raja Talut, yang sebelumnya berniat membunuh Daud, akhirnya meninggalkan mahkota kerajaannya. Daud dinobatkan menjadi raja Bani Israil ketika masih berusia di bawah 30 tahun. Ia kemudian menjadikan Baitulmakdis (Yerusalem) ibukota kerajaannya. Ketika berusia 40 tahun, Daud menerima risalah kenabian. Allah Swt. memberinya kitab Zabur (Q.4:163; 17:55) dan beberapa mu'jizat. Nabi Daud a.s. memerintah Bani Israil selama sekitar 40 tahun dan dianugerahi usia 100 tahun 6 bulan.

KISAH NABI DAUD A.S DENGAN ULAT MERAH

KISAH NABI DAUD A.S DENGAN ULAT MERAH
Ulat bulu merah
Dalam sebuah Al Kisah diceritakan, Nabi Daud Alahissalam sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, tiba tiba ia melihat seekor ulat merah dan beliau berkata pada dirinya; “Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?”

Segera setelah berkata begitu, maka Allah mengizinkan ulat merah itu berkata-kata, ulat merah itu berkata kepada Nabi Daud Alaihissalam:


“Wahai Nabi Allah! Allah Subhanahuwwataala telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca‘Subhanallahu walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar’ setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca ‘Allahumma shalli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim’ setiap malam sebanyak 1000 kali".
Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud A.S.:

TANGISAN UMAR BIN KHATAB

TANGISAN UMAR BIN KHATAB
Bagi Umar bin Khaththab, al-Qur`anul Karim mempunyai kedudukan tersendiri dalam kehidupannya. Sebab ia masuk ke dalam Islam setelah ia mendengar lantunan bacaan surat Thaha. Keislamannya membawa kemuliaan bagi Islam dan kaum muslimin. Berapa banyak riwayat yang telah kita dengar yang menjelaskan tentang kisah kekuatan dan kesungguhannya dalam membela agama Allah, kecemburuannya terhadap perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah, kezuhudannya, wara`nya, keadilannya, serta kerendahan hatinya.

Adapun tentang keadaannya di saat bersama al-Qur`an tidak ragukan lagi. Beliau adalah seorang laki-laki yang senantiasa memahami ayat-ayatnya, menangis ketika membacanya, bersegera untuk membacanya, dan sangat perhatian terhadap bacaan al-Qur`anul Karim. Inilah sebagian atsar beliau ketika membaca al-Qur`an :

Dari Abdullah bin Syaddad –radhiyallahu `anhu- berkata, “Aku pernah mendengar isak tangis Umar, padahal ketika itu aku berada di shaf paling belakang pada shalat shubuh. Ketika itu ia sedang membaca surat :

???????? ????????? ??????? ?????????? ????? ?????

“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. (QS. Yusuf: 86)